ada makna daeng, yang tidak perlu kita terjemahkan kedalam kata.
cukup dengan memandang mu dari jauh, diam-diam.
ada rasa daeng, yang tidak perlu kita uraikan kedalam tingkah.
cukup ku peluk jiwamu lewat setoples semangat yang kuletakkan di ujung meja kerjamu, sembunyi-sembunyi.
ada lagu daeng, yang tidak perlu kita nyanyikan, cukup rindu yang mengeja nadanya terbata-bata.
diantara lipatan-lipatan doa yang ku sembunyikan lewat senyum malu-malu.
Ada pasang-pasang tu mariolo daeng yang tidak perlu ku tuangkan kedalam teori modern feminisme, bahwa aku pantas meminangmu.
tidak, cukup ku kawinkan tatapan kita sesekali untuk melahirkan rindu di seperempat waktu menuju subuh.
Mallengkeri 1 Juni 2014
saya
