Uang dan Kejujuran

0


Uang. Benda sakral ini memang kelihatan lemah secara fisik. Namun pengaruhnya bisa begitu kuat. Uang, sayangnya kata orang bijak tidak mampuu mengubah sifat manusia. Uang pada dasarnya akan menegaskan karakter manusia.

Suatu kali saya pernah membaca, bahwa uang akan memperlihatkan karakter manusia apabila dimiliki.Uang katanya akan membuat orang baik menjadi semakin baik, sedang orang jahat akan semakin jahat. Orang licik akan menjadi semakin licik dan pembohong akan berbohong lebih keras demi uang atau karena uang.

Saya entah sejak kapan memang sudah mewanti-wanti diri mengenai kertas-kertas bernominal itu. Saya selalu berusaha melepaskan diri dari keterikatan terhadap lembar-lembar kertas tersebut. Sekali lagi saya teringat tentang sebuah kalimat bijak. Jadikanlah uang sebagaimana toilet, kamu hanya memikirkannya saat sedang membutuhkannya.

Uang, bagi saya tidak ubahnya air yang mengalir. Semakin kita biarkan semakin dia akan deras mengucur. Semakin ditahan, semakin alirannya tersendak. Saya sering bercanda tentang memiliki banyak uang. Tapi sesungguhnya saya takut untuk memilikinya lebih dari yang ku butuhkan. 

Uang, saya tidak pernah kekurangan uang yang kubutuhkan. Sedangkan dalam keinginanku, uang itu tidak pernah cukup. Beberapa tahun belakangan saya menyadari satu hal. Bahwa uang yang sudah menjadi kebutuhan saya akan selalu ada. Meskipun harus mengutang dari teman atu keluarga, uang itu akan selalu ada dan cukup.

Saya takut memiliki uang lebih dari yang kubutuhkan. Sebab saya belum tahu apakah saya seorang yang baik, jahat, licik atau seorang pembohong. Karena saya tidak akan pernah dan sungguh tidak ingin berbohong karena uang. Uang lah yang lemah, saya tidak. Saya membutuhkannya tapi sekadar memenuhi kebutuhan. Saya hanya ingin berkecukupan dalam hal uang, Agar tidak menjadi pembohong.

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)