Kepada purnama yang kuncup di ujung jembatan
Ku rengkuh senyummmu kedalam hatiku, sebagai pengingat
Ada cinta yang tumbuh merambat dalam jarak
Bukankah dulu telah ku katakan?
Kadang harus mengambil jarak sedikit lebih jauh untuk melihat dengan jelas?
.jpg)
Kini aku memandang wajah cinta, jelas dalam rindumu
Telah banyak kudegar pujangga bernyanyi pilu
Tentang telaga-telaga rindu yang mulai kemarau
Sungguh, mereka tidak melihat lautan rindu kita yang membiru
Sayangku, malam telah separuh waktu
Beranjak perlahan menuju subuh, menjemput embun
Di setiap pucuk-pucuk daun, basah
Seperti jiwaku, mereka merindu anak cahaya matahari
Tidak panas menyengat, dia hangat menggelitik jiwa
Jiwa pecinta, jiwa perindu
Sayangku, sentuh rinduku , lewat embun dan anak cahaya matahari esok pagi.
