RINDU

0
Kuaminkan sabda takdir atas pilihannya

Kepada purnama yang kuncup di ujung jembatan

Ku rengkuh senyummmu kedalam hatiku, sebagai pengingat

Ada cinta yang tumbuh merambat dalam jarak

Bukankah dulu telah ku katakan?

Kadang harus mengambil jarak sedikit lebih jauh untuk melihat dengan jelas?



Kini aku memandang wajah cinta, jelas dalam rindumu

 Telah banyak kudegar pujangga bernyanyi pilu

Tentang telaga-telaga rindu yang mulai kemarau

Sungguh, mereka tidak melihat lautan rindu kita yang membiru



Sayangku, malam telah separuh waktu

Beranjak perlahan menuju subuh, menjemput embun

Di setiap pucuk-pucuk daun, basah





Seperti jiwaku, mereka merindu anak cahaya matahari

Tidak panas menyengat, dia hangat menggelitik jiwa

Jiwa pecinta, jiwa perindu

Sayangku, sentuh rinduku ,  lewat embun dan anak cahaya matahari esok pagi.



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)