Hari ini tunggulah di muka rumahmu. Telah ku titipkan sepucuk surat merah jambu pada pak pos gendut bersepeda tua. Pak pos bertanya tentang isinya. Dengan sedikit tersipu kujawab
“ini untuk kekasihku, aku ingin menjadikannya laki – laki pertama yang namanya ku tulis sebagai penerima surat cinta dariku”
Purnama sedang duduk di sebuah bangku kayu di taman pribadi milik orang tuanya yang berada disebelah selatan rumahnya. Dipandanginya lekat – lekat potreit laki – laki berambut kuning yang di genggamnya dengan hati –hati.
“Apakah suratku telah sampai pada tommy?” purnama membatin. Sudah dua bulan sejak purnama mengirimkan surat dan hingga kini belum ada jawabannya. Suratnya pun tak dikembalikan oleh pak pos. Itu berarti surat itu telah dikirkan ke salah satu alamat.
Mungkin tommy sedang benar –benar sibuk mengurusi ujian akhirnya. Begitu purnama selalu menyakinkan fikirannya sendiri. Surat yang dikirim tommy untuk purnama kini tampak lusuh karena telaah dibaca berkali –kali oleh purnama. Surat itu dikirim bersama sebuah portait laki – laki berbaju tebal yang tampak hangat. Dibelakangnya sebuah rumah dan pepohonan di dekatnya yang hampir seluruhnya ditutupi oleh salju tipis – tipis.
Rumah yang ada di belakangku adalah rumah yang akan kita tempati jika aku telah ke indonesia menjemputmu. bersabarlah honey. Peluk dan cium. Your tommy.
Begitu tulisan yang dikirim oleh tom semimnggu setelah kembali kenegaranya. Kadang kadang purnama membuka peta dunia dan melihat betapa jauhnya jarak mereka bahkan hanya melalui sebuah kertas. Sedangkan purnama hanyalah gadis lugu yang bahkan belum pernah keluar dari pulaunya.
“belanda,” purnama menghela nafas “ betapa jauhnya kamu sayang”
Sementara purnama merasakan rindu, perlahan – lahan langit mulai gelap . purnama, berdiri dari tempatnya melamun dan segera masuk kedalam rumah. Tidak baik anak perempuan berada diluar rumah ketika hari telah gelap. Bahkan matahari pun kembali keperaduaannya. Begitu katapuang muli amma’nya menasehati purnama.
“anakku, akhir –akhir ini amma lihat kau tampak murung dan tidak bersemangat. Apakah ada masalah? Adakah perkataan atau perbuatan amma dan tentamu yang membuatmu tak enak hati?” tanya puang muli saat melihat anak daranya sedang duduk melamun memandang keluar jendela kamar yang terbuka. Nada bicaranya khas orang bugis yang lembut mendayu membuat hati purnama sedikit melunak.
“tidak apa – apa mama’, saya Cuma merasa tidak bersemangat malam ini” jawab purnama sekenanya lalu memandangi tangan mama’nya yang mengelus – elus pungung tangannya.
“jangan ragu untuk bicara pada mama’ jika ada yang mengganjal di hatimu” kata puang muli lalu berdiri dan sekali lagi mengelus rambut anaknya kemudian berlalu. Dia paham betul bahwa purnama sedang ingin menyendiri. Sepeninggalan amma’nya tiba tiba saja setetes cairan hangat yang sangat rapuh mengalir di pipi purnama.
“saya rindu padamu tom. sangat” bisik purnama pada dirinya sendiri sambil menyeka air matanya. Sudah hampir 3 bulan dan tak ada lagi surat yang datang selain surat yang pertama itu. Purnama mulai meragukan janji tommy, purnama teringan hidung macung tommy khas orang –orang barat. Hidung itulah yang dulu dengan begitu semangat membaui ujung – ujung rambut purnama yang panjang dan bergelombang. Hidung itulah yang dulu selalu menjelajahi pipi purnama yang sawo matang. Hidung itulah. Ah, hidung itu. Batin purnama
Mengenang tommy air mata purnama mengalir semakin tak terbendung. Dadanya naik turun menahan isaknya agar tak terdengar keluar kamar. Purnama menangis hingga terlelap dalam gelisahnya yang dalam.
***
Purnama, andi purnama sari adalah salah satu mahaswa tingkat pertama disalah satu universitas negeri di makassar sedangkan tommy adalah mahasiswa asing tingkat akhir yang sedang melakukan riset di indonesia tentang sistem pendidikan di indonesia selama 35 hari, dan cinta itu akhirnya terjalin tanpa rencana. Kemampuan bahasa inggris purnama yang membuat kedekatan diantara mereka terjalin. Dari kata nice to meet you hingga i love you yang mengalir diantara kebersamaan mereka. Ingin rasanya Purnama menggandenga tangan tommy dan menemui tettanya. Namun tanahnya adalah tanah bugis makassar. Adat dan tradisi adalah harga mati. Perkataan tetta adalah perintah, sumpah dan janji.
“tidak akan tentta biarkan anak tetta satu – satunya menikah dengan yang bukan berdarah bugis seperti mama’mu atau berdarah makassar seperti tetta mu. Dan jangan sekali – kali kau izinkan seorang laki laki mengganggu hati mu yang bersih ” begitu pesan daeng ruppa saat melepas purnama kuliah di makassar.
Sayangnya, pesona tommy terlalu kuat dan membuat purnama yang bergejolak oleh api cinta pertama tak dapat menolak. Namun tidak juga ada keberaniaan untuk untuk menemui tettanya. Tidak ada yang dapat memastikan apakah tetta akan mencabut badiknya atau tidak.
Matahari telah terbit saat purnama terbangun. Hari ini purnama harus kembali ke makassar. Liburan sinngkat selama 2 hari di bulukkumba sama sekali tidak dapat menghilangkan gelisahnya. Bahkan pantai bira tak juga disapanya seperti biasa jika dia sedang ada di bulukkumba.
“mama’, tetta saya pamit ” purnama menjabat tangan tetta dan amma’nya.
“baik – baik di sana purnama. Jaga nama baik mama’ dan tettamu” nasehat daeng ruppa pada saat melepas purnama. Purnama gelisah.
Sepanjang perjalalnan ingatan tentang tommy berputar-putar dikepala purnama matanya perih satu butir air mata jatuh dan disusul ratusan butir lainnya. Mata bulatnya yang dibingkai bulu mata yang lentik dan alis yang tibal tampak sembab. Disekanya berkali-kali cairan bening itu tapi tak kunjung berhenti hingga purnama terlelap dalam lelah.
Apa yang akan saya katakan pada tetta dan mama’ jika sampai akhir tahun tommi tak datang juga. Apa yang harus kujelaskan? Hala ini tak mungkin kututupi lebih lama lagi. Bati purnama
Sepanjang hari di dalam kamar kosnya purnama hanya duduk memeluk kakinya dan menyandarkan dagu di lututnya hari-hari dibulan oktober akan segera berakhir berarti sudah akan mengijak bulan keempat berkali-kali purnama mengirim surat dengan isi yang hampir sepenuhnya sama tapi tommi juga bergeming. Sampai akhirnya suatu hari dipengujung oktober surat yang di tunggu purnama datang juga di pandanginya dekat-dekat surat berwarnah putih itu mata bulatnya binar-binar penuh harapan setelah beberapa menit kemudian tangisnya pecah sejadih-jadihnya
“maafkan kami nona purnama yang ada di indonesia,jauh sekali. Sepertinya surat-surat yang kami terima belakangan ini anda tujukan kepada penghuni rumah sebelumnya. Kami sekeluarga benar-benar memohon maaf sayang sekali kami tidak mengenalnya. Kami membeli rumah ini tidak langsung dari pemilik sebelumnya,kami hanya membelinya dari agen sebelumnya kami juga mohon maaf karen telah lancang membaca suratmu.
Bersama surat ini kami telah mengirimkan kembali surat-suratmu karena mungkin kamu akan membutuhkannya. Kami tahu kamu berada dalam masalah yang besar tapi kami tidak dapat membantu lebih banyak lagi. Salam”
Sepucuk surat itu dikirim bersama puluhan surat yang bahkan tidak pernah dibaca oleh tommy
Purnama putus asa dan merasa harus pulang kebulukumba dan meminta tetta atau mama’nya mencarikan laki-laki bugis yang mau menikahinya kuliah purnama mulai terbengkalai, cinta pertamanya,cinta sejatinya,hilang begitu saja tommy tak pernah menganggap hubungan mereka serius purnama hanya persinggahan bagi tommy laki-laki asing dari negara asing dan budaya yang berbeda. Menyadari hal itu air mata purnama mengalir deras, lebih deras dan semakin deras.
***
“maafkan saya tetta,maafkan saya mama’”purnama bersujud
“kau memang anak tak tahu sopan santun,tak takut adat dan tak menyayangi tetta dan mama’mu yang sudah tua ini “daeng ruppa memukuli anaknya itu berkali-kali dengan tangannya.
“Maafkan saya tetta saya bersalah” purnama tersungkur
Puang muli hanya bisa menangis melihat suaminya menegakkan adat yang keras. Dia duduk besimpuh di lantai sambil menangisi nasib anak tunggalnya itu. Sementara air mata purnama bahkan tidak mengalir sebutir pun. Air matanya telah habis untuk menagisi tommy selama 5 bulan.
Dan tibalah pada hal yang paling berat untuk dilaksanakan. Menegakkan adat istiadat masyarakat makassar yang telah di lakukan secara turun temurun oleh keluarga daeng ruppa.
“kau telah mencoreng wajah tettamu ini dengan aib yang besar. Maafkan tetta jika kau harus mencuci noda ini dengan darahmu.” Daeng ruppa memcabut badiknya dihadapan putri yang sangat disayanginya itu. Karena maaf tidak akan cukup untuk menegakkan adat.
Badik itu mendarat tepat diperut purnama darahnya mengalir deras. Daeng ruppa jatuh tersungkur di depan putrinya yang bersimbah darah. Puang muli pingsan di tempatnya duduk sedari tadi menyaksikan detik – detik sakralnya adat merebut putrinya.
“maaf kan saya tetta, maafkan saya mama” purnama pergi untuk selamanya. Noda dan aib telah dibayar lunas tanpa penawaran. Dengan nyawa. Bukan satu, tapi dua.
Dihari pemakaman purnama. Sebuah surat merah jambu diantarkan oleh bapak pos bersepda ontel ke alamat kostnya di makassar. Yang menerima surat itu adalah dian, tetangga kamar purnama. Dian menyelipkan surat itu di kaki pintu kamar purnama, berharap saat purnama pulang dia dapat langsung melihatnya. Namun seminggu berlalu, sebulan ,dua bulan purnama tak juga kembali. Surat itu akhirnya hanya tinggal bersama kenangan – kenagan tentang pemiliknya di kamar yang kesepian itu.
Dear purnama
Honey, maafkan saya kerena telah menghilamg selama beberapa saat. Saya pindah dari rumah yang dulu dan tidak sempat memberimu alamat baru saya. Saya sungguh mohon maaf. Bagaimana kabarmu honey? Apakah kamu masih secantik dulu? Atau bahkan lebih cantik? Ah. Saya merindukanmu.
Saya juga mengunjungi rumah yang dulu dan merrekaa bilang kau berkali – kali mengirim surat. Tapi mereka mengirim kembali surat –surat mu karena berfikir saya tidak akan kembali, saya benar – benar ingin membacanya.
Honey, bisnis ayahku gagal dan kami jatuh bangkrut sehingga kami harus pindah kerumah yang lebih kecil. Ayah di penjara dan ibu sedang sakit – sakitan. Kau tahu kan saya juga anak tunggal? Kau tahu betapa repotnya saya mengurus ini itu? Honey saya sangat merindukan bau rambutmu.
Seperti janji ku honey, sekarang sudah awal desember, setelah natal saya akan ke indonesia dan menjemputmu. Kita akan tinggal di sini bersama ibu. Dan tentunya jagoan kecil di perutmu. Peluk cium. tommy
