Ini adalah sebuah kisah lucu.
Mungkin belum pernah kuceritakan bahwa sekarang saya adalah reporter magang pendidikan di sebuah koran besaaaaaar di kotaku.
"The real no.1 news paper" itu di gantungan I.D card ku.
Mungkin juga belum pernah ku ceritakan tentang seorang senior ku di sana.
Wartawan kriminal. Kak zakii namanya.
Tatapannya tajam. Membuat saya selalu menunduk saat bersitatap.
Selama kurang lebih dua bulan disana belum pernah ku ajak dia bicara. Belum pernah.. Sekalipun.
Mungkin belum pernah kuceritakan bahwa sekarang saya adalah reporter magang pendidikan di sebuah koran besaaaaaar di kotaku.
"The real no.1 news paper" itu di gantungan I.D card ku.
Mungkin juga belum pernah ku ceritakan tentang seorang senior ku di sana.
Wartawan kriminal. Kak zakii namanya.
Tatapannya tajam. Membuat saya selalu menunduk saat bersitatap.
Selama kurang lebih dua bulan disana belum pernah ku ajak dia bicara. Belum pernah.. Sekalipun.
Dan kejadian lucu ini di mulai.
Waktu itu sedang rapat jumat. Setiap jumat selalu begitu. Ada rapat redaksi.
Ku lihat DP kak zakii di BB sangat unik. Dia duduk dengan sombong sambil menyeliokan rokoknya di antara jari tengah dan jari telunjuknya. Di atas meja terdapat papan nama dengan tulisan "KAPOLRESTABES".
Ku tunjukkan itu pada kaza " temanku seangkatanku di redaksi"
" hahaha lucu, jadikan ki DP. Minta ka pin nya baru ku add juga. Mauka juga jadikan DP." maka ku simpanlah foto "bang Korlap" itu. -bang korlap nama BB.nya kak Zaki itu-.
Semuanya biasa-biasa saja.
Sampai bunyi "ping" dari ponselku.
Waktu itu sedang rapat jumat. Setiap jumat selalu begitu. Ada rapat redaksi.
Ku lihat DP kak zakii di BB sangat unik. Dia duduk dengan sombong sambil menyeliokan rokoknya di antara jari tengah dan jari telunjuknya. Di atas meja terdapat papan nama dengan tulisan "KAPOLRESTABES".
Ku tunjukkan itu pada kaza " temanku seangkatanku di redaksi"
" hahaha lucu, jadikan ki DP. Minta ka pin nya baru ku add juga. Mauka juga jadikan DP." maka ku simpanlah foto "bang Korlap" itu. -bang korlap nama BB.nya kak Zaki itu-.
Semuanya biasa-biasa saja.
Sampai bunyi "ping" dari ponselku.
Dari kak linaa.
"Ciee jatuh cinta ki sama bang korlap" begitu isinya. Dan saya panik..
Saya gelalapan. Teringat tatapan tajamnya. Teringat betapa takutnya saya bersitatap. Teringat betapa kikuknya saya berhadapan dengannya.
Bagaimana saya mwnghadapi diaa besok?
Kurayu kak lina sambil sedikit memelas. Dia hanya tertawaa..
Sampai akhirnya dia berhenti.
"Ciee jatuh cinta ki sama bang korlap" begitu isinya. Dan saya panik..
Saya gelalapan. Teringat tatapan tajamnya. Teringat betapa takutnya saya bersitatap. Teringat betapa kikuknya saya berhadapan dengannya.
Bagaimana saya mwnghadapi diaa besok?
Kurayu kak lina sambil sedikit memelas. Dia hanya tertawaa..
Sampai akhirnya dia berhenti.
Pagi ini sabtu.. Ku fikir semalam kak lina hanya bercanda dan menggodaku.
Begitu ku pasang PM lirik lagu fatin
"Dan kini baru ku sadari semua, dia tlah mencuri hatiku" tulisku.
Maka kak lina kembali. Dia ingat insiden kemarin. Beruntung. Hari ini tidak ada rapat. Hari ini tidak perlu ketemu bang korlap.
Semoga besok semua orang sudah lupa. Termasuk saya......
Begitu ku pasang PM lirik lagu fatin
"Dan kini baru ku sadari semua, dia tlah mencuri hatiku" tulisku.
Maka kak lina kembali. Dia ingat insiden kemarin. Beruntung. Hari ini tidak ada rapat. Hari ini tidak perlu ketemu bang korlap.
Semoga besok semua orang sudah lupa. Termasuk saya......
