16 Fakta Unik Tentang Nurhikmah

0

Mulai

1. Awalnya, nama saya Nurul Hikmah Jannatun Na'iim.  Saat baru lahir, seorang paman yang selalu ku panggil Om Wahid, mengusulkan nama ini kepada ibuku. Nama ini melekat setidaknya sampai saya akan masuk Sekolah dasar. Orang tuaku berubah fikiran (bapakku, red) saat saya mendaftar SD. Katanya nama itu terlalu ribet, menyusahkan saat saya mengisi formulir atau lembar jawaban ujian nasional. Alhasil, namaku di ganti menjadi Nurhikmah. So simple.

2.  Kesulungan saya dalam keluargaku diragukan. Banyak yang tidak percaya saya ini anak sulung. Orang pertama yang menyadari itu dan memperdebatkannya dengan saya adalah Kaka Mong (Muh Aswar, red). Katanya, saya terlalu manja dan childish untuk menyandang gelar sulung. Setelah itu, semakin banyak teman yang bilang. " Kamu tidak seperti anak Sulung,". I dunno why.

3. Saya sulit menghafal nama, orang, tempat, jalan, atau apapun yang berbau labeling. Saya sudah lupa sebagian besar nama teman SD, SMP, guru, nama jalan di Makassar (padahal selalu ku lalui), dan nama-nama makanan. Tapi saya sangat mudah ingat bahkan tidak akan lupa dengan kesan. Apapun itu, bau, rasa, warna, atau suara.

4. Sulit gemuk. Salah satu hal yang sepertinya mustahil saya miliki adalah berat badan lebih dari 47 kg. Sebahagia apapun saya, berat badanku belum pernah lebih dari 47 KG (info tambahan tinggiku, 160 CM, idealnya beratku 55 KG).  Saya hobby makan, ngemil, dan tidur. Tapi berat badanku yang segitu-gitu saja. Atara 45-47 KG.

5. I am Bossy. Ini mungkin salah satu dari milyaran sifat burukku. What a bad habit. Saya sangat sering (sumpah tanpa sengaja) memerintah orang. Saya kerap mendapat teguran dari orang baru kenal karena hal ini. Fizzy, yang setahun belakang tinggal sekamar dengan saya mungkin jadi korbannya. I  am really Sorry Fiz, i don't mind to do that.  Semogga kamu ngerti aku mas pram :* :)

6. Saya sangat berambisi jadi penulis. Yup. Menulis membangkitkan semangatku lebih dari apapun. Lebih dari makan coklat atau mendengar lagu-lagu favoritku. Saya suka menulis cerpen, puisi atau curhatan paling gak penting sekalipun.

7. Saya mau punya empat anak, dua orang di awal pernikahan dan dua orang 10 tahun kemudian. Makanya saya mau menikah di usia 25 tahun. Supaya cita-cita ini terwujud. Hahaha what a perfect plan.

8. Saya mau tinggal di desa. Memiliki rumah panggung dengan beranda dan halaman yang luas. Menanam bunga dan sayuran di halaman. Menulis naskah di sore hari sambil meyepurut secangkir kopi hitam.

9.   Out of date soal fashion.. Saya adalah orang yang  sangat jarang beli baju. Dulu, saat kecil saya terbiasa hanya beli baju jelang lebaran atau penaikan kelas.  Sekarang saya sudah lupa kapan terakhir beli pakaian. Padahal sempat dua tahun kerja di media terkenal dan punya penghasilan lumanyan. Tapi saya memang tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu.

10. Saya suka laki-laki yang cerdas. Meskipun saya punya banyak kriteria cowok impian. Poin utama untuk tertarik pada seorang laki-laki bagi saya adalah kecerdasannya. Setelah itu, saya bisa kompromi dengan apapun. Pokoknya harus cerdas. That's all.

11. Saya sedang pacaran dengan laki-laki impianku. Dia cerdas (ceklis), Dia pandai main musik (ceklis), Dia romantis (ceklis), No jaim (ceklis), So gentle (ceklis), rambunyta lurus (ceklis), suka baca (ceklis), hidungnya mancung (ceklis), kulitnya gelap (ceklis) and he knows me so well.  Satu-satunya yang tidak ceklis adalah dia kurang tinggi. Tapi it doesn't matter at all.

12. Tidur menganga dan mata separuh terbuka. Saya punya gigi yang cenderung boneng, tapi tak mau pakai kawat gigi. Sakit. Makanya setiap tidur my mouth open. Makanya kadang ngiler.  Dan kalau mata terbuka, saya tidak tahu apa penyebabnya. Mitos nenek moyangku bilang. Anak nakal kalau tidur matanya separuh terbuka. I dunno, saya nakal gimana?

13. Tidak suka bule, atau siapun yang berambut pirang. Saya hanya suka dua pria asing, mereka adalah Taylor Lautner dan Adam Lavine. Tanya kenapa? Karena rambutnya hitam.

14. Tidak suka salak padahal orang enrekang. Entah kenapa, saya merasa geli dan takut melihat buah itu. Tidak ada alasan pasti. Yang jelas saya tidak suka. Begitu pula nangka, gula merah dan pepaya. i hate them.

15.Tejebak di lagu-lagu lawas. Hampir semua lagu 90th ke bawah saya suka. Utamanya Country.

16. Kenapa cuma 16 dan bukan 15, 17 atau 20? . Sekarang saya mulai suka angka 16. Alasannya? Saya selalu berurusan dengan angka 16 tanpa sengaja. Iya. Ini entah sebuah kebetulan atau bukan. Tapi saya percaya, Kebetulan hanya nama lain dari Tuhan saat Dia sedang tak ingin bertandatangan. Sejak SD, SMP, SMA, hingga kuliah saya selalu berada di urutan 16. Nomer peserta ujian nasional, NIS dan nomer kursi saat SNMPTN, hingga nomer kamarku. Sampai saat ini di kost ku yang ke lima sejak tinggal di Makassar, saya berad di kamar A16.  Boleh saya menikah tanggal 16 bulan 9 2016?

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)