Sudra dan Brahmana (#1)

0
Perkenalkan, namaku Makhy. Seorang gadis berusia 18 tahun. Seorang Sudra. Anak buruh tani di desa Entah. 
Aku melarikan diri ke kota. Aku ingin belajar. Bukan untuk jatuh. Tapi sayangnya, aku jatuh berkali-kali. Tidak salah, hanya tak berhasil.
Usiaku menginjak 25, seperempat abad. Aku bertemu dia, Mileh. Seorang pemuda. Dia Brahmana. Mileh baik, dia sudah seperempat abad. Kawan yang ku kenal di padepokan, di tempat kami belajar. Dan di akhir-akhir perjalanan belajar kami, aku jatuh padanya dengan cara tiba-tiba.
Aku tidak khawatir, sebab Mileh orang baik. Tapi aku kecewa, dia kerap tak percaya diri, Mileh ku. Aku ingin mengatakan padanya, tapi dia tidak akan percaya. Bagiku, dialah sosok sempurna dari angan-angan dan mimpi sederhana seorang Sudra sepertiku. Sayangnya dia Brahmana. Dan itulah, aku khawatir.
Soal percaya diri, akulah sebenarnya yang tidak percaya diri. Sebab dia dikagumi dan dicintai banyak perempuan Brahmana. Dan aku adalah Sudra. Aku takut dia bertemu dengan perempuan Brahmana yang menarik hatinya dan melupakanku. Aku takut bertemu keluarganya. Aku takut tak bisa bersembunyi dari Sudra ku. Aku takut ayahnya sang guru tak setuju, aku takut ibunya sang bijaksana tak sudi, aku takut jika darah Sudra ku tercium, maka aku tidak akan pernah menjadi bagian dari Brahmana. Wahai, Mileh tahukah kau bahwa akulah yang takut?
Pernah, sekali dia berkata akan mengajak ku kembali ke desa. Desa yang jauh dari kota dan desaku sendiri. Aku senang dan tak sabar menunggu waktu itu tiba. Selalu, hampir di setiap lima waktu dalam perputaran rotasi bumi di poros nya, aku meminta. Kepada Dia, yang melahirkan Brahmana dan Sudra dari rahim tanah. Aku memintanya. Apakah tak terlalu berlebihan jika Sudra meminta Brahmana??
Hei Mileh, sesekali pahamilah aku. Berhentilah berbicara soal betapa tak percaya dirinya kamu. Sebab akulah yang begitu. Mohon tetaplah di sini berjalan pelan-pelan di sampingku. Tidak peduli akan kemana kita. Aku hanya ingin disampingmu.
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)