Sudra dan Brahmana (#2)

0
Mileh marah. Katanya, dia tak suka cara pandangku. Soal Sudra dan Brahmana. Entahlah mungkin dia tak suka disebut Brahmana, atau dia tak suka aku men-Sudra-kan diriku.
Mileh dan Prabu Namundar Irash
Ini adalah kisah Mileh, seorang murid dari Padepokan Meune. Dia seorang pemarah. Membawa tongkat kayu kemana-mana, dia suka memukul. Dia bermusuhan dengan Prabu Namundar Irash, pemimpin tertinggi padepokan.
Pernah sekali, saat Mileh masih berusia 19 tahun. Dia berpura-pura menjadi sang Prabu, di depan istana utama, dia mengejek-ngejek sang prabu. Betapa marahnya sang prabu wajahnya merah padam. Dia bercerita, menceritakan yang disembunyikan sang prabu. Tetang uang murid yang dicuri, tentang kursi-kursi kelas yang berusia ratusan tahun. Dan hei, di sana pertama kali ku lihat Mileh. Dan Sudra ini mulai mengaguminya diam-diam.
Selanjutnya, saat Mileh beranjak dewasa, kala itu sepertinya dia 22 tahun. Lagi-lagi dibuatnya Prabu Namundar kalap. Sang prabu berpeluh karena khawatir. Tajamnya kalimat Mileh menusuk. Dia dengan lantang membongkar rahasia dapur padepokan. Dengan data dan fakta yang akurat. Tak satu sentipun datanya melenceng. Tak satupun faktanya terbantahkan. Ini tentang upeti dari murid untuk padepokan yang dinaikkan dari tahun ke tahun. Takarannya melenceng. Namanya UKT (Upeti Khusus Tuan). Mileh ingin UKT di hapuskan. Pasalnya ini tidak sesuai dengan pedoman padepokan. Mileh ngotot. Bersama teman-temannya di terus mendesak agar UKT di hentikan. Sampai saat ini Mileh masih berjuang. Tentu bersama adik-adiknya di padepokan.
Mileh selalu berharap adik-adiknya melanjutkan perjuangannya, agar setelah keluar dari padepokan, perjuangan tetap berhasil. Mileh ingin, orang-orang Sudra sepertiku, kian banyak yang masuk padepokan. Ku fikir Mileh ingin menghapus segala bentuk strata.
Ah, Mileh, kau membuatku kagum. Dan jatuh. Boleh?
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)