Perisai Itu Bernama Celak Mata

0





Bagi sebagian orang, alat make up yang selalu dipoleskan seorang ke dalam wajahnya mungkin adalah semata-mata agar terlihat cantik.  Bedak untuk wajah tampak licin seperti porselin, eyeshadow untuk membuat mata lebih memikat, perona pipi untuk memberi kesan segar dan manis , lalu lipstik untuk membuat bibir tampak seksi.

Tapi bagiku ada satu alat make up yang terasa seperti senjata pelindung. Kecil, ujungnya runcing. Orang-orang menyebutnya eyeliner  ada juga yang bilang celak mata. Aku ingat betul bagaimana aku dengan percaya diri menyebut eyeliner jika diminta memilih satu saja alat make up yang tidak boleh telewatkan. Itu eyeliner. 

Eyeliner atau celak mata itu, punya kekuatan magis bagiku, celak mata seperti perisai seperti topeng, seperti pelindung. Entah mengapa aku selalu merasa mataku adalah  bagian paling lemah dari tubuhku. Bola mataku terasa sangat rapuh. Orang yang melihat kedua biji mataku seperti menusuk dadaku dengan belati. Aku tidak suka.

Memakai eyeliner di mataku seperti membangun perlindungan untuk bola mataku yang malang ini. Mataku akan terlihat lebih tegas dan garang, aku memakai celak mata dengan harapan orang-orang tidak akan berani menatap ke dalam mataku. Mereka mungkin akan teralih dengan garis yang ku buat di kelopak dekat dengan bulu mataku itu. 

Dulu, saat remaja hingga menginjak pertengahan usia 20 ku, aku tidak pernah meninggalkan eyeliner. Mereka selalu melengkung di ujung luar mataku. Sekarang tidak lagi, bukan karena aku sudah percaya diri bersitatap dengan orang lain. Tapi karena aku sudah sedikit lebih terbuka terhadap diriku orang lain. Aku tidak malu berkata ' aku tidak bisa menatap mata orang lain, aku tidak suka bola mataku ditatap' 

Ternyata baru di usiaku yang kepala tiga ini aku paham, bahwa nyatanya aku tidak butuh perisai jika aku mau bicara. Menyebutkan sesuatu yang tidak bisa ku lakukan, atau tidak ingin ku lakukan bukan lah sebuah kelemahan. Itu adalah bentuk pertanggung jawaban terhadap diri sendiri. Perisai yang sesungguhnya. Tidak berwujud benda tapi jauh lebih kuat. 

Ya begitulah, dulu,  aku punya perisai bernama celak mata, kini perisaiku sudah sedikit lebih  canggih namanya penerimaan diri.



Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)