Kejujuran adalah Mata Uang yang (masih) Berlaku di Mana Saja

0

 


Air mata saya ikut berkaca-kaca saat menulis naskah ini untuk redaksi Buah Manis Kejujuran Bharada E . Saya mengenal beberapa orang  dalam hidup saya yang prinsipnya ' yang penting jujur' dan kali ini saya melihatnya lagi. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pergolakan batin seorang anggota polisi muda bernama Elizer, yang usianya bahkan baru saja menginjak kepala dua ,bisa mengambil keputusan sebesar itu, menjadi Justice Collaborator dengan taruhan 'menghianati' atasan. 

Melihat vonis yang  diberikan oleh Majelis Hakim kepada Elizer, saya kembali mengingat kalimat bijak yang sering sekali saya dengar saat masih di bangku sekolah 'Kejujuran adalah mata uang yang diterima di mana saja'. Dan hari ini ,dengan kejujurannya, Elizer telah membeli banyak hal. Dia membeli simpati dari banyak pihak, dia membeli pengampunan dari orang tua Yoshua (anak kesayangan keluarga yang dia renggut nyawanya menggunakan sebuah pistol). Elizer telah membeli keadilan yang telah lama tidak bisa kita nikmati saking mahalnya. 

Nilai tukar kejujuran milik Elizer telah meruntuhkan nilai mata uang haram yang ditawarkan Sambo, meski nilainya mungkin bermilyar-milyar. 

Saya ingat betul telah mengikuti kejadian yang dulu viral dengan istilah 'Polisi tembak Polisi' itu. Kasus yang mulai terungkap pada Juli 2022 lalu ini menurutku sangat mirip dengan cerita drama korea. Intrik, konflik dan motif yang kompleks mewarnai cerita ini. Mulai dari tuduhan pelecehan terhadap salah satu tersangka, hingga skenario tembak menembak yang disusun dengan sangat rapi oleh sang dalang. 

Namun sekali lagi, benang kusut ini  dapat diurai dengan adil dan terbuka hanya karena keberanian seorang 'anak kecil' yang dengan gagah berani menyampaikan kejujurannya. 

Tangis pengacara Elizer, Roni Talapessi yang pecah bagi saya bukan sekadar tangisan haru. Tangisan itu adalah tangisan seseorang yang sadar telah mendorong Elizer sejauh ini untuk berani menggunakan mata uang Kejujurannya untuk membeli keadilan dari palu hakim. Dan mereka berhasil. 

Pengampunan yang tulus dari orang tua Yoshua mungkin menjadi hal paling mahal yang bisa dibeli Elizer dengan mata uang Kejujurannya. Dan Elizer telah melunturkan dendam dalam diri kedua orang tua yang anaknya bahkan nyaris kehilangan kehormatan karena dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual. 

Jika mata uang kejujuran milik Elizer ini dapat mendongkrak nilai mata uang serupa di dalam diri setiap umat manusia, saya yakin tidak ada lagi yang bisa membeli keadilan di meja-meja sidang, dengan mata uang lain termasuk Rupiah,Dollar maupun kekuasaan.

Terima kasih Elizer, telah mengingatkan saya kembali mengenai mata uang yang bahkan sudah lama ku lupakan itu, meski saya sendiri masih menyimpannya. Kufikir selama ini, masyarakat kita sudah melupakan mata uang ini, nyatanya kita hanya butuh satu orang yang mampu menggunakan mata uang Kejujuran dengan percaya diri. Dan itu kamu Elizer. 

Terima kasih Elizer, telah membuat nilai mata uang bernama Kejujuran, kembali diperhitungkan. Sehingga jika dikemudian hari kita perlu membeli sesuatu yang begitu mahal harganya, bahkan melampai mata uang negara manapun di dunia, kita akan ingat, bahwa kita masih memiliki Kejujuran dalam diri kita, dan kita semua adalah manusia-manusia yang kaya. 

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)