Kabut bersenandung pagi
Titik semburat fajar pucuk pucuk pegunungan
Mengukir kuning pada mega malam hitam
Aku terjaga
Sayup dendang nafas kehidupan
Detak jantung denyut nadi tanah basah
Dahan dan ranting pohon kaku tanpa tari oleh angin
Awal mula kehidupan
Luka kembali perih terasa
Duka lalu lintas dalam benak
Menari bersama gunda dan pilu
Dalam rasa pekat secangkir kopi yang terabaikan
Ia tak lagi hangat

