Untuk laki-laki yang mencintaiku dengan kesempurnaan sederhana

0
Kepada Kamuku



Mengeja namamu pun aku masih terbata

Menyentuh wajahmu pun aku masih bergetar

Namun, dalam tiap sujud terakhir yang panjang, aku terang-terangan memintamu pada Dia yang bukan kau



Menatap matamu, aku rasa haru

Melihat tawamu, aku terus bersyukur

Namun dalam angan-angan, aku terang-terangan mengharapkanmu,  meminta dukungan semesta



Sampaikan salamku, salam hormat kepada ayah hebat yang sudah mendidikmu

Sampaikan terima kasihku, kepada ibu hebat yang telah melahirkanmu



Memilikimu adalah mimpi

Mendampingimu adalah cita-cita

Dan aku....

Sedang berjalan menuju mimpi dan cita-citaku



Di sebuah desa yang sepi, di malam yang sunyi, di subuh yang damai, di kelilingi gunung dan sawah-sawah terasering

Kita bercerita sambil berpelukan, ditemani secangkir kopi

Aku sudah hapal takarannya, tiga sendok bubuk kopi hitam dan sepertiga sendok gula

Kopinya dari kebun, dari pohon, dari buah yang kau petik sendiri.

Dari biji kopi yang ku keringkan, ku sangrai dan ku tumbuk sendiri. Itu untuk kita.



Kita yang lelah, kita yang bersyukur, kita yang gembira, kita yang bahagia.

Aku ingin bersandar padamu, di suatu malam yang basah oleh hujan.

Aku ingin bercerita...

Tentang seorang perempuan merah, yang sangat mencintaimu....



Rappocini, 2 November 2015

23.22










Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)