Tidak begitu jauh, tidak ada bau asin laut, tidak ada bau cengkeh. Tapi ada kami, yang sudah mengenal beberapa kebiasaan, kesukaan, kebencian. Ada banyak pengertian, penerimaan, dan tunas-tunas harapan. Mimpi-mimpi.
Perjalan kali ini memakan waktu cukup lama, meski jarak tak begitu
jauh. Terima kasih pada warung lesehan nasi campur dan warung kelontong
di Maros. Ada toleransi di sana. Ada saya yang mudah mengantuk, ada dia
yang memahami. Ada mata yang tertutup, ada mata yang mengamati. Ada jiwa
yang kosong, ada jiwa yang mengisi semangat. Ada dia, ada saya.
Terima kasih kepada kepiting bakau, perahu kecil, dan ikan yang dapat melompat, berjalan dan berenang. Terima kasih pada dermaga, vandalisme, angin barat, dan ombak.
Perjalanan kali ini soal berkenalan dengan rumahnya. Terima kasih pada rumah yang luas dengan banyak anak-anak di dalamnya, yang dibesarkan oleh pendidikan, yang dibesarkan oleh proses belajar. Menapak tilas rumah tanpa bangunan yang telah menempanya, menanamkan proses padanya.
Terima kasih pada saudara-saudaranya, yang menerka, menebak, berdoa, berharap untuk kebahagiaannya. Dan saya, menyangkal dan mengaamiinkan beberapa di antaranya. Dalam diam, tentu nya. Saya ingin mengenal nya dari mata saudara-saudaranya.
Hei, kau, mari menyederhanakan rindu dengan bertemu, mari menyederhanakan amarah menjadi pengertian, mari menyederhanakan lelah dengan istirahat, mari menyederhanakan harapan ke dalam doa. Dan mari mewujudkan mimpi dengan usaha.
hhyy,
Pangkep, 28 Nov' 15
Terima kasih kepada kepiting bakau, perahu kecil, dan ikan yang dapat melompat, berjalan dan berenang. Terima kasih pada dermaga, vandalisme, angin barat, dan ombak.
Perjalanan kali ini soal berkenalan dengan rumahnya. Terima kasih pada rumah yang luas dengan banyak anak-anak di dalamnya, yang dibesarkan oleh pendidikan, yang dibesarkan oleh proses belajar. Menapak tilas rumah tanpa bangunan yang telah menempanya, menanamkan proses padanya.
Terima kasih pada saudara-saudaranya, yang menerka, menebak, berdoa, berharap untuk kebahagiaannya. Dan saya, menyangkal dan mengaamiinkan beberapa di antaranya. Dalam diam, tentu nya. Saya ingin mengenal nya dari mata saudara-saudaranya.
Hei, kau, mari menyederhanakan rindu dengan bertemu, mari menyederhanakan amarah menjadi pengertian, mari menyederhanakan lelah dengan istirahat, mari menyederhanakan harapan ke dalam doa. Dan mari mewujudkan mimpi dengan usaha.
hhyy,
Pangkep, 28 Nov' 15
