Pemimpi yang Memimpin...

0

Belakangan ini, saya sedang getol membaca literatur mengenai bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Yah , sebagai seorang yang belum pernah dimintai menjadi pemimpin, kata pemimpin menjadi hal yang asing bagi saya. Apalagi dunia seorang pemimpin, saya benar-benar tidak mengerti.

Namun, saya adalah orang yang selalu memegang teguh prinsipku. Saya akan melakukan yang terbaik untuk sesuatu yang ditugaskan kepada saya. Ya menjadi pemimpin kali ini adalah cita-citakku yang lama terkubur, tapi dalam tim kecil yang kini ku pimpin saya merasa ini hanyalah tugas yang diberikan oleh mereka yang tidak ingin menjadi pemimpin. 

Maka saya adalah pemimpin yang dipilih oleh kekuatan yang sama besarnya dengan ku, atau mungkin lebih besar. Oleh itu, saya merasa tekanannya menjadi lebih besar, Saya harus menunjukkan bahwa saya bisa. 

Dari beberapa tulisan yang ku baca, salah satu yang digaris bawahi untuk menjadi seorang pemimpin adalah, saya harus memiliki sifat yang selalu mau belajar soal kebijaksanaan. Seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang selalu mau menerima ilmu apapun. Tujuannya agar mereka bisa melihat segala hal dengan perspektif yang lebih luas. Lebih bijaksana. 

Musuh terbesarku ternyata adalah temperamen yang ku miliki, kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik. Saya mudah marah dan kesal akan hal-hal sepele. Menjadi pemimpin dalam kelompok kecil ini mengasah kesabaran saya dan tingkat toleransi yang ku miliki.  Saya merasa telah menjadi orang yang sedikit lebih sabar. Amanah ini, ternyata menempa saya. 


Oh ya, sampai hari ini, saya belum paham betul jenis kepemimpinan seperti apa yang ku pakai. Saya tidak tahu bagaimana pandangan tim terhadap saya. Seorang pemimpin pemula yang belum bisa dipandang sebagai seorang yang mumpuni. Yang kutahu adalah saya akan terus belajar. dan yang utama, prinsip saya , adalah pemimpin adalah mereka yang bekerja lebih keras dari yang lain. Selama saya belum bekerja lebih keras dari seluruh anggota tim, saya tidak pantas disebut pemimpin. 


Yang kedua adalah konsistensi,  apakah saya sudah menjadi pemimpin yang konsisten dalam bekerja? apakah saya sudah konsisten dalam mengakomodir ide-ide dan gagasan tim? apakah saya sudah konsisten menyediakan keperluan-keperluan tim? Rasanya sangat jauh dari kata sudah, tapi saya sedang menuju kesana. 


Saya berjanji kepada diriku sendiri. Saya akan melakukan apapun untuk membantu roda ini berputar. Agar suatu hari nanti saya bisa menyebut diri sebagai SEORANG PEMIMPI YANG BERANI MEMIMPIN.....



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)